Market Outlook 29 August - 2 September 2016

Minggu lalu bursa pasar modal di Indonesia terpantau mengalami pergerakan konsolidasi yang berakhir flat oleh tarik menarik sentimen global oleh rencana kenaikan Fed rate lanjutan dengan masih tingginya imbal hasil bursa sehingga secara mingguan bursa ditutup flat ke level 5,438.84.

Untuk minggu ini (29 Agustus - 2 September), IHSG kemungkinan masih dalam konsolidasi dan ada potensi penguatan yang dipengaruhi data ekonomi dalam negeri seperti data inflasi bulan Agustus. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance level di posisi 5484 dan 5525, sedangkan support di level 5294 dan kemudian 5192.

Mata uang rupiah seminggu lalu terlihat dalam posisi terkoreksi sementara sebagian investor beraksi mengambil untung di pasar pasca sinyal kuat kenaikan Fed rate, di mana secara mingguan rupiah melemah  ke level 13,155. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan berada dalam range antara resistance di level 13,295 dan 13406, sementara support di level 13,135 dan 13,076.

Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang ini akan diwarnai sejumlah data ekonomi penting. Secara umum sejumlah agenda rilis data ekonomi global yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:

  • Dari kawasan Amerika: berupa rilis CB Consumer Confidence hari Selasa malam serta data ADP Non-Farm Employment Change dan Crude Oil Inventories pada Rabu malam; dilanjutkan dengan rilis data Unemployment Claims serta data ISM Manufacturing PMI pada Kamis malam; ditutup dengan rilis Non-Farm Employment Change dan Unemployment Rate pada Jumat malam.
  • Dari kawasan Eropa dan Inggris: berupa rilis data German Retail Sales dan Umemployment Change pada Rabu sore; diteruskan dengan rilis data manufaktur PMI  pada Kamis sore dan data konstruksi PMI Inggris Jumat sore.
  • Dari kawasan Asia Australia: berupa rilis data Japan Unemployment rate pada Selasa, Japan Industrial Production pada Rabu dan Japan Nikkei Manufacturing PMI, Retail Sales Australia dan Caixin manufacturing PMI hari Kamis

Pasar Forex Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar terlihat rebound secara mingguan yang terangkat oleh perdagangan akhir pekan saat Fed memberikan sinyal kuat untuk kenaikan Fed rate lanjutan tahun ini. Secara mingguan index dollar AS terpantau naik  ke level 95.470.

EURUSD, pekan lalu euro dollar terpantau melemah ke level 1.1194. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level support pada 1.1140 dan 1.1044 sementara resistance pada 1.1308 dan kemudian 1.1430.

GBPUSD,  minggu lalu terlihat naik ke level 1.3132 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level support pada 1.2993 dan kemudian 1.2852, sedangkan resistance pada 1.3352 dan 1.3532.

USDJPY,  minggu lalu berakhir menguat ke level 101.82. Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 102.59 dan 103.56, serta support pada 99.65 serta level 98.87.

AUDUSD, aussie dollar terpantau melemah ke level 0.7560. Range minggu ini akan berada di antara support level di 0.7487 dan 0.7411, sementara resistance level di 0.7685 dan 0.7752.

Pasar Saham Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum mixed sementara di bursa Shanghai dan Hong Kong menguat. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau mengalami pelemahan ke level 16360. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 17,014 dan 17,516, sementara support pada level 16,050 dan 15,506. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir menguat ke level 22909. Minggu ini akan berada antara level resistance di 23.474 dan 23.938, sementara support di 22.470 dan 21.929.

Bursa saham Wall Street minggu lalu terpantau berakhir mixed dengan investor masih mencerna pernyataan Ketua Federal Reserve Janet Yellen dan Wakil Ketua The Fed Stanley Fischer. Yellen menyatakan kesempatan kenaikan suku bunga AS semakin menguat. Sedangkan Fischer menyatakan laporan pekerjaan bulan depan menjadi kunci kenaikan suku bunga AS berikutnya. Dow Jones Industrial secara mingguan melemah tipis ke level 18,395.40, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 18821 dan 19377, sementara support di level 17880 dan 17324. Index S&P 500 minggu lalu juga melemah terbatas ke level 2,169.04 dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 2194 dan 2222, sementara support pada level 2130 dan 2100.

Pasar Emas Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau setelah pernyataan pejabat Federal Reserve AS mengangkat dollar AS, dengan pernyataan Ketua Fed Janet Yellen dan Wakil Ketua The Fed Stanley Fischer semakin menguatkan harapan kenaikan suku bunga AS tahun ini, sehingga berakhir dalam harga emas dunia yang melemah ke level $1,320.22 per troy ounce. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistance di $1322 dan berikut $1324, serta support pada $1318 dan $1290. Di Indonesia, harga emas terpantau menurun ke level Rp566,000.

Bagi Anda yang mungkin baru mulai beraktivitas kembali dalam dinamika investasi disarankan untuk pelajarilah dahulu situasi pasar secara hati-hati. Sikap “hati-hati” adalah kata kunci dalam berivestasi. Investasi itu bukan asal tebak, untung-untungan, atau sikap ‘semoga kali ini benar’. Investasi seutuhnya meliputi analisis, pengetahuan, pengalaman, pendalaman isyu, modal yang memadai, manajemen risiko, penguasaan psikologi, serta juga intuisi professional. Kombinasi ini semua membuat investor sukses berkarakteristik kehati-hatian. Hati-hati tetapi berani mengambil keputusan sesuai dengan pertimbangan matangnya. Kalau perlu bantuan, gabung saja lagi dengan kami yang adalah partner sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!

alfredBy Alfred Pakasi ,

CEO Vibiz Consulting Vibiz Consulting Group

Editor: Jul Allens

open-account-button

 

Pemberitahuan Adanya Resiko: Perdagangan Kontrak Berjangka belum tentu layak bagi semua investor. Investasi ini dapat menghasilkan keuntungan yang besar, namun juga menghasilkan kerugian yang besar hingga habisnya dana yang di investasikan. Pastikan anda benar-benar mengerti resiko dan peraturan-peraturan yang telah ditetapkan. Informasi di dalam website ini tidak menjamin keberhasilan (profit/keuntungan) dalam melakukan transaksi di PT. Century Investment Futures dan PT. Century Investment Futures tidak bertanggung jawab atas kegagalan (loss/kerugian) yang terjadi pada transaksi akibat menggunakan website ini sebagai referensi.

bappebtijfxicdxlogokbibaruEichLOGO RTFI PNG 2Metaquotes company logo 1